Penjelasan Mengenai Bahaya VPN Bagi I-Banking

0
4

Sejak Kominfo mengeblok sebagian jalan masuk VPN, banyak anggapan yang menyebutkan VPN merupakan aplikasi ancaman, terpenting VPN gratisan. Bahkan berdasarkan Kementerian Kominfo aplikasi VPN berbahaya karena mampu mengambil data Kita, malah membajak aplikasi Mobile Banking. apakah itu hoax ? Tearnyata enggak sepenuhnya.

VPN yakni singkatan dari Virtual Private Network, dari namanya sudah bisa Kita simpulkan bahwa VPN memiliki peranan untuk melindungi jaringan Kita. VPN menyembunyikan identitas internet Kita sehingga koneksi jaringan yang Kita pakai aman dari jaringan publik internet.

Terus dari mana tanggapan yang mengatakan VPN berbahaya? Mulai dari ancaman pencurian data, maleware, sampai pembajakan aplikasi mobile banking. Menurut info yang Aku cari di Dunia Online, ada 7 Penjelasan Mengenai Bahaya VPN Bagi I-Banking . Well, mari Kita bahas satu persatu.

Penjelasan Mengenai Bahaya VPN Bagi I-Banking

Pencurian Data

Pencurian data imbas penerapan VPN adalah informasi yang paling kontroversi Juni lalu. Malahan berdasarkan Kementrian Kominfo, mengaplikasikan aplikasi VPN gratisan berakibat pencurian data penggunanya.

Bahkan data valid dari studi CSIRO menceritakan bahwa sekitar 84% VPN gratisan memperbolehkan identitas IPv6 pengguna terbuka dan 60% di antaranya memperbolehkan permintaan DNS tak terenkripsi. Akhirnya Identitas internet Kita masih terlihat meski tidak menggunakan VPN sekalipun.

Tanpa menggunakan VPN sekalipun jikalau Kita menerapkan koneksi Internet publik yang mempunyai DNS sama, seperti WIFI Corner, yang dapat dipakai secara terbuka untuk siapa saja (gratisan) data DNS,alamat IP, bahkan MAC Kita dapat diketahui oleh orang lain.

Apakah ada hubungannya dengan pencurian data personal seperti foto, video, dan file penting yang ada di hp Kita? Tak ada sama sekali. Pada HP Android, Pencurian data personal terjadi seandainya aplikasi VPN yang kita pakai mendapatkan izin untuk mengakses media penyimpanan.

Misalnya aplikasi Galeri dibawah ini yang membutuhkan izin penyimpanan. Aplikasi Galeri memerlukan akses untuk mengamati segala foto yang ada pada penyimpanan Kita, selanjutnya menampilkan foto hal yang demikian secara face to face. Seandainya aplikasi VPN gratisan minta izin penyimpanan, ada kemungkinan tertanam perintah pengambilan data pada aplikasi tersebut.

Melacak Aktivitas Kamu di Internet

Bahaya lainnya yang besar kemungkinan bersifat hoax, adalah adanya peacakan aktivitas dikala menjelajah Dunia Maya, benarkah seperti itu? Yap benar, bahkan data ini di dukung oleh studi VPN Mentor. Sekitar 72% VPN cuma-cuma memasang script tracker untuk melacak kegiatan pengguna di Dunia Maya.

Tapi Kamu tidak perlu cemas, lazimnya hal ini terjadi pada VPN gratisan yang memiliki iklan dari perusahaan pengiklanan. Mereka memasang script ini demi menyediakan iklan ‘konten berkaitan’. Mereka mengambil data histori pencarian Internet Kamu. Apabila misalkan Kamu suka mengakses situs marketplace seperti Lazada, Tokopedia, dan lainnya aplikasi VPN secara tidak sengaja membaca kegiatan tersebut. Akhirnya, Aplikasi VPN hal yang demikian akan memperlihatkan iklan berupa promo harga barang di suatu marketplace.

Internet Lemot atau masalah Network Endpoint

Ada sumber yang menceritakan bahwa menggunakan VPN akan membuat IP Adress Kamu menjadi Network Endpoint, alhasil koneksi internet menjadi sungguh-sungguh lemot, benarkah seperti itu? Benar sekali. Ada beberapa VPN Gratisan yang mengatur bandwith penggunanya, biasanya mereka menyediakan opsi berbayar untuk menerima bandwith unlimitied.

Apakah limit bandwith berbahaya? Tentu tidak begitu. Penyedia VPN Cuma-cuma yang membatasi bandwith untuk penggunaNya biasanya berhasil melakukan enkripsi identitas jaringan autentik Kita. Well, identitas jaringan Kita akan aman dari jaringan publik.

Hoax Mengenai Bahaya VPN

Ada Adware, Maleware, maupun Virus pada VPN Gratisan

Eksistensi Adware, Maleware, maupun Virus pada VPN Gratisan biasanya ada pada aplikasi VPN yang sumbernya tidak terang. Aplikasi VPN Gratisan yang bersumber dari Google Play maupun App Store, lebih-lebih yang sudah lama ada, tentunya bebas dari kontaminasi Adware, Maleware, maupun Virus.

Google Play maupun App Store membuat kebijakan bahwa aplikasi yang dapat diunggah ke Kedua platform unduh aplikasi tersebut harus terbebas dari maleware maupun virus. Well, pastikan VPN yang anda gunakan memiliki sumber yang jelas.

Serangan Man In The Midle oleh Hacker

Ada sumber yang menceritakan Isu bahwa tampak serangan Man In The Midle pada VPN Gratisan. Man In The Midle merupakan sistem hacking dimana seorang hacker menyisipkan program spyware pada suatu aplikasi.

Man In The Midle pada aplikasi Gratisan dapat saja terjadi, melainkan pada aplikasi VPN Gratisan yang dapat Kamu download di Google Play atau App Store pastinya patut terbebas dari elemen ini. Aplikasi yang terpasang spyware agar dapat mengerjakan Man In The Midle biasanya membutuhkan izin akses penyimpanan, lokasi, telepon, maupun sms.

Penjualan Data

Informasi bahaya vpn berupa penjualan data, Saya rasa itu terlalu berlebihan. Faktanya developer VPN tak mampu memonitoring penggunanya dengan waktu yang cukup singkat. Untuk bisa menjual data, developer VPN tentu semestinya bisa mengambil data secara penuh terutama dulu. Dengan begitu, developer VPN seharusnya memasang program spyware.

Sudah Aku singgung diatas, bahwa aplikasi yang dapat Kamu download di Google Play ataupun APP Store harus terbebas dari yang namanya program membahayakan seperti spyware.

Cara Mengatasi Bahaya VPN

Apabila anda masih ragu untuk menerapkan VPN, Kamu dapat mengelola jalan masuk VPN. Sistem ini sudah Saya uji pada HP Android. Untuk bisa mengelola akses aplikasi di HP Android sangat gampang dilaksanakan, berikut ialah langkah – langkah untuk mengatasi bahaya VPN di HP Android :

  1. Buka Pengaturan
  2. Pada bagian ‘perangkat’ pilih ‘aplikasi terpasang’
  3. Cari aplikasi VPN yang terinstal di HP Anda
  4. Sebagai contoh disini aku memakai aplikasi ‘VPN Thunder’
  5. Perhatikan pada bagian ‘izin’
  6. Apabila di bagian ‘izin’ ada notifikasi ‘aplikasi ini tak memerlukan izin’, maka aplikasi VPN Gratisan tersebut aman dipakai</ li>
  7. Tapi seandainya membutuhkan izin ke perangkat, seperti penyimpanan, perlu diwaspadai

Apabila Kamu masih ragu mengenai bahaya atau tidaknya aplikasi VPN Gratisan, Kau bisa membeli VPN Berbayar atau tidak menggunakan aplikasi VPN sama sekali.

Selain itu, perlu anda tahu sesungguhnya koneksi VPN tak direkomendasikan dipakai untuk membuka aplikasi atau program pengelola e-Wallet seperti mobile banking, internet banking, ataupun sms banking.

Kesimpulan

Intinya, aplikasi VPN Gratisan ada yang bahaya ada juga yang tak bahaya. Bahaya atau tidaknya aplikasi VPN Gratisan bergantung dari sumber aplikasi yang Anda unduh tersebut. Jika aplikasi VPN Gratisan Anda unduh dari sumber selain Google Play dan App Store besar kemungkinan terdapat resiko dari VPN Tersebut.

Selama ini Saya sering mengaplikasikan VPN yang diperoleh secara tidak dipungut bayaran dari Play Store, Saya sering membuka aplikasi e-Wallet seperti OVO, Gojek, maupun Dana. Saldo Aku tetap aman walaupun menggunakan VPN sekalipun.

Namun hal ini tak disarankan bagi Anda, untuk berjaga-jaga jangan membuka aplikasi atau program pengelola rekening seperti mobile banking, internet banking, maupun sms banking saat menggunakan VPN.

{Boleh|Bisa| jadi jika aktivitas Kamu mengakses aplikasi atau program pengelola rekening seperti mobile banking, dunia online banking, ataupun sms tercatat sebagai cache dan tersimpan di database milik orang lain.

Demikian ulasan perihal Penjelasan Mengenai Bahaya VPN Bagi I-Banking tak jarang membuat orang resah, jadi pakai dunia maya se positif mungkin agar tidak merugikan kalian semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here