Fakta dan Hoax Mengenai Resiko VPN Bagi M-Banking serta Cara Menyelesaikannya

0
13

Sejak Kominfo memutus beberapa jalan masuk VPN, banyak fatwa yang mengatakan VPN ialah aplikasi beresiko, khususnya VPN cuma-cuma. Malahan menurut Kementerian Kominfo aplikasi VPN berbahaya lantaran sanggup membobol data Kita, apalagi membajak aplikasi Mobile Banking. apakah itu hoax ? Jelas itu tidak sepenuhnya.

VPN ialah singkatan dari Virtual Private Network, dari namanya telah dapat Kita simpulkan bahwa VPN memiliki peranan untuk mengamankan jaringan Kita. VPN menyembunyikan identitas internet Kita sehingga koneksi jaringan yang Kita pakai aman dari jaringan publik internet.

Lalu dari mana tanggapan yang mengatakan VPN berbahaya? Mulai dari resiko pencurian data, maleware, sampai pembajakan aplikasi mobile banking. Berdasarkan berita yang Aku cari di Dunia Online, ada 7 Fakta dan Hoax Mengenai Resiko VPN Bagi M-Banking serta Cara Menyelesaikannya. Well, mari Kita bahas satu persatu.

Fakta dan Hoax Mengenai Resiko VPN Bagi M-Banking serta Cara Menyelesaikannya

Pencurian Data

Pencurian data dampak penggunaan VPN merupakan isu yang paling kontroversi Juni lalu. Malah menurut Kementrian Kominfo, mengaplikasikan aplikasi VPN gratisan berimbas pencurian data penggunanya.

Bahkan data valid dari studi CSIRO menyebutkan bahwa sekitar 84% VPN gratisan memperbolehkan identitas IPv6 pengguna terbuka dan 60% di antaranya membolehkan permintaan DNS tidak terenkripsi. Hasilnya Identitas internet Kita masih tampak meskipun tidak menggunakan VPN sekalipun.

Tanpa menggunakan VPN sekalipun jikalau Kita menerapkan koneksi Internet publik yang mempunyai DNS sama, seperti WIFI Corner, yang dapat dipakai secara terbuka untuk siapa saja (gratisan) data DNS,alamat IP, malah MAC Kita bisa dikenal oleh orang lain.

Apakah ada hubungannya dengan pencurian data personal seperti foto, video, dan file penting yang ada di smartphone Kita? Tak ada sama sekali. Pada HP Android, Pencurian data personal terjadi apabila aplikasi VPN yang kita gunakan mendapatkan izin untuk mengakses media penyimpanan.

Misalnya aplikasi Galeri dibawah ini yang memerlukan izin penyimpanan. Aplikasi Galeri memerlukan akses untuk mengamati seluruh foto yang ada pada penyimpanan Kita, selanjutnya memperlihatkan foto tersebut secara face to face. Kalau aplikasi VPN gratisan meminta izin penyimpanan, ada kemungkinan tertanam instruksi pengambilan data pada aplikasi tersebut.

Melacak Aktivitas Kamu di Internet

Bahaya lainnya yang besar kemungkinan bersifat hoax, merupakan adanya peacakan kegiatan Kamu dikala menjelajah Internet, benarkah seperti itu? Yap benar, malahan data ini di dukung oleh studi VPN Mentor. Sekitar 72% VPN gratis memasang script tracker untuk melacak pengguna di Internet.

Namun Kamu tidak perlu cemas, lazimnya hal ini terjadi pada VPN gratisan yang mempunyai iklan dari perusahaan pengiklanan. Mereka memasang script ini demi menyediakan iklan ‘konten berkaitan’. Mereka mengambil data histori pencarian Kamu. Apabila misalkan Kamu suka mengakses situs marketplace seperti Lazada, Tokopedia, dsb aplikasi VPN secara tidak sengaja membaca aktivitas tersebut. Akibatnya, Aplikasi VPN hal yang demikian akan menampakkan iklan berupa promo harga barang di suatu marketplace.

Internet Lemot atau masalah Network Endpoint

Ada sumber yang menceritakan bahwa menerapkan VPN akan membuat IP Adress Kamu menjadi Network Endpoint, alhasil koneksi dunia maya menjadi sungguh-sungguh lemot, benarkah semacam itu? Benar sekali. Ada beberapa VPN Gratisan yang mengatur bandwith penggunanya, biasanya mereka menyediakan alternatif berbayar untuk mendapatkan bandwith unlimitied.

Apakah limit bandwith berbahaya? Tentu tidak begitu. Penyedia VPN Tidak yang mengatur bandwith untuk penggunaNya biasanya sukses melakukan enkripsi identitas jaringan autentik Kita. Well, identitas jaringan Kita akan aman dari jaringan publik.

Hoax Mengenai Bahaya VPN

Ada Adware, Maleware, maupun Virus pada VPN Gratisan

Eksistensi Adware, Maleware, maupun Virus pada VPN Gratisan biasanya ada pada aplikasi VPN yang sumbernya tidak jelas. Aplikasi VPN Gratisan yang bersumber dari Google Play maupun App Store, terpenting yang telah lama ada, tentunya bebas dari kontaminasi Adware, Maleware, ataupun Virus.

Google Play ataupun App Store membuat kebijakan bahwa aplikasi yang dapat diunggah ke Kedua platform download aplikasi tersebut terbebas dari maleware maupun virus. Jadi, pastikan VPN yang Kamu gunakan mempunyai sumber yang jelas.

Serangan Man In The Midle oleh Hacker

Ada sumber yang menceritakan Berita bahwa terdapat serangan Man In The Midle pada VPN Gratisan. Man In The Midle yaitu cara hacking dimana seorang hacker menyisipkan program spyware pada suatu aplikasi.

Man In The Midle pada aplikasi Gratisan dapat saja terjadi, tetapi pada aplikasi VPN Gratisan yang dapat Kamu unduh di Google Play atau App Store pastinya patut terbebas dari elemen ini. Aplikasi yang terpasang spyware agar dapat menjalankan Man In The Midle umumnya membutuhkan izin akses penyimpanan, lokasi, telepon, ataupun sms.

Penjualan Data

Kabar bahaya vpn berupa penjualan data, Saya rasa itu terlalu berlebihan. Faktanya developer VPN tak sanggup memonitoring penggunanya dengan waktu yang cukup singkat. Untuk dapat menjual data, developer VPN tentu seharusnya bisa mengambil data secara penuh secara khusus dulu. Dengan semacam itu, developer VPN harus memasang program spyware.

Sudah Aku singgung diatas, bahwa aplikasi yang dapat Kamu download di Google Play maupun APP Store seharusnya terbebas dari yang namanya program membahayakan seperti spyware.

Cara Mengatasi Bahaya VPN

Sekiranya Kamu masih ragu untuk menerapkan VPN, Kamu dapat mengelola jalan masuk VPN. Cara ini telah Saya uji pada HP Android. Untuk bisa mengelola jalan masuk aplikasi di HP Android betul-betul mudah dikerjakan, berikut merupakan langkah – langkah untuk mengatasi bahaya VPN di HP Android :

  1. Buka Pengaturan
  2. Pada bagian ‘perangkat’ pilih ‘aplikasi terpasang’
  3. Cari aplikasi VPN yang terinstal di HP Kamu
  4. Sebagai contoh disini aku memakai aplikasi ‘VPN Thunder’
  5. Perhatikan pada komponen ‘izin’
  6. Jika di bagian ‘izin’ ada notifikasi ‘aplikasi ini tidak membutuhkan izin’, maka aplikasi VPN Gratisan hal yang demikian aman dipakai</ li>
  7. Tetapi bila membutuhkan izin ke perangkat, seperti penyimpanan, perlu diwaspadai

Bila Kau masih ragu mengenai bahaya atau tidaknya aplikasi VPN Gratisan, Kamu bisa membeli VPN Berbayar atau tidak memakai aplikasi VPN sama sekali.

Selain itu, perlu anda tahu sesungguhnya koneksi VPN tak direkomendasikan dipakai untuk membuka aplikasi atau program pengelola e-Wallet seperti mobile banking, internet banking, ataupun sms banking.

Kesimpulan

Kesimpulannya, aplikasi VPN Gratisan ada yang bahaya ada juga yang tak bahaya. Bahaya atau tidaknya aplikasi VPN Free bergantung dari sumber aplikasi yang Kamu unduh tersebut. Apabila aplikasi VPN Gratisan Anda unduh dari sumber selain Google Play dan App Store besar kemungkinan terdapat bahaya-bahaya dari VPN Tersebut.

Selama ini Aku sering menggunakan VPN yang didapat secara free dari Play Store, Saya sering membuka aplikasi e-Wallet seperti OVO, Gojek, ataupun Dana. Saldo Saya tetap aman meskipun mengaplikasikan VPN sekalipun.

Tetapi hal ini tidak disarankan bagi Anda, untuk berjaga-jaga jangan membuka aplikasi atau program pengelola rekening seperti mobile banking, internet banking, maupun sms banking saat mengaplikasikan VPN.

{Boleh|Bisa| jadi seandainya kegiatan Kamu mengakses aplikasi atau program pengelola rekening seperti mobile banking, dunia maya banking, maupun sms tercatat sebagai cache dan tersimpan di database milik orang lain.

Demikian review seputar Fakta dan Hoax Mengenai Resiko VPN Bagi M-Banking serta Cara Menyelesaikannya tak jarang membuat orang resah, jadi pakai internet se positif mungkin agar tidak merugikan kalian semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here