Fakta dan Hoax Mengenai Bahaya VPN Bagi Sms-Banking

0
11

Sejak Kominfo menutup beberapa akses VPN, banyak kesan yang mengatakan VPN yaitu aplikasi berbahaya, terutama VPN cuma-cuma. Malahan sumber Kementerian Kominfo aplikasi VPN beresiko karena sanggup mencuri data Kita, apalagi membajak aplikasi Mobile Banking. apakah itu hoax ? Jelas itu enggak sepenuhnya.

VPN ialah singkatan dari Virtual Private Network, dari namanya saja bisa Kita simpulkan bahwa VPN mempunyai fungsi untuk protek jaringan Kita. VPN menyembunyikan identitas internet Kita sehingga koneksi jaringan yang Kita gunakan aman dari jaringan publik internet.

Terus dari mana tanggapan yang menceritakan VPN membahayakan? Mulai dari resiko pencurian data, maleware, sampai pembajakan aplikasi mobile banking. Berdasarkan isu yang Saya cari di Dunia Online, ada 7 Fakta dan Hoax Mengenai Bahaya VPN Bagi Sms-Banking . Well, mari Kita bahas satu persatu.

Fakta dan Hoax Mengenai Bahaya VPN Bagi Sms-Banking

Pencurian Data

Pencurian data imbas penerapan VPN adalah informasi yang paling kontroversi Juni lalu. Malahan berdasarkan Kementrian Kominfo, menerapkan aplikasi VPN gratisan berpengaruh pencurian data penggunanya.

Bahkan data valid dari studi CSIRO menyebutkan bahwa sekitar 84% VPN gratisan memperbolehkan identitas IPv6 pengguna terbuka dan 60% di antaranya membolehkan permintaan DNS tak terenkripsi. Akibatnya Identitas internet Kita masih terlihat walaupun tak mengaplikasikan VPN sekalipun.

Tanpa menerapkan VPN sekalipun apabila Kita mengaplikasikan koneksi Internet publik yang mempunyai DNS sama, seperti WIFI Corner, yang dapat dipakai secara terbuka untuk siapa saja (gratisan) data DNS,alamat IP, malah MAC Kita bisa diketahui oleh orang lain.

Apakah ada hubungannya dengan pencurian data personal seperti foto, video, dan file penting yang ada di ponsel Kita? Tak ada sama sekali. Pada HP Android, Pencurian data personal terjadi jikalau aplikasi VPN yang kita gunakan memperoleh izin untuk mengakses media penyimpanan.

Contohnya aplikasi Galeri dibawah ini yang memerlukan izin penyimpanan. Aplikasi Galeri membutuhkan jalan masuk untuk mengamati semua foto yang ada pada penyimpanan Kita, selanjutnya menunjukkan foto tersebut secara face to face. Apabila aplikasi VPN gratisan minta izin penyimpanan, ada kemungkinan tertanam instruksi pengambilan data pada aplikasi tersebut.

Melacak Aktivitas Kamu di Internet

Bahaya lainnya yang besar kemungkinan bersifat hoax, adalah adanya peacakan aktivitas Kamu ketika menjelajah Dunia Maya, benarkah demikian itu? Yap benar, malahan data ini di dukung oleh studi VPN Mentor. Sekitar 72% VPN cuma-cuma memasang script tracker untuk melacak pengguna di Dunia Maya.

Tapi Kamu tidak perlu kuatir, biasanya hal ini terjadi pada VPN gratisan yang memiliki iklan dari perusahaan pengiklanan. Mereka memasang script ini demi menyediakan iklan ‘konten berkaitan’. Mereka mengambil data histori pencarian Dunia Maya Kamu. Bila misalkan Kamu menyukai mengakses laman web marketplace seperti Lazada, Tokopedia, dan lain-lain aplikasi VPN secara tidak sengaja membaca aktivitas tersebut. Hasilnya, Aplikasi VPN tersebut akan memperlihatkan iklan berupa promo harga barang di suatu marketplace.

Internet Lemot atau masalah Network Endpoint

Ada sumber yang menyebutkan bahwa menerapkan VPN akan membuat IP Adress Kamu menjadi Network Endpoint, kesudahannya koneksi dunia maya menjadi betul-betul lemot, benarkah demikian itu? Benar sekali. Ada beberapa VPN Gratisan yang mengontrol bandwith penggunanya, umumnya mereka menyediakan pilihan berbayar untuk mendapatkan bandwith unlimitied.

Apakah limit bandwith membahayakan? Tentu tidak. Penyedia VPN Cuma-cuma yang membatasi bandwith untuk penggunaNya umumnya berhasil menjalankan enkripsi identitas jaringan asli Kita. Well, identitas jaringan Kita akan aman dari jaringan publik.

Hoax Mengenai Bahaya VPN

Ada Adware, Maleware, maupun Virus pada VPN Gratisan

Keberadaan Adware, Maleware, maupun Virus pada VPN Gratisan biasanya ada pada aplikasi VPN yang sumbernya tak jelas. Aplikasi VPN Gratisan yang bersumber dari Google Play ataupun App Store, terpenting yang sudah lama ada, tentunya bebas dari kontaminasi Adware, Maleware, maupun Virus.

Google Play maupun App Store membuat kebijakan bahwa aplikasi yang boleh diunggah ke Kedua platform download aplikasi tersebut wajib terbebas dari maleware maupun virus. Jadi, pastikan VPN yang Kamu gunakan memiliki sumber yang jelas.

Serangan Man In The Midle oleh Hacker

Ada sumber yang menceritakan Informasi bahwa ditemukan serangan Man In The Midle pada VPN Gratisan. Man In The Midle yaitu cara hacking dimana seorang hacker menyisipkan program spyware pada suatu aplikasi.

Man In The Midle pada aplikasi Gratisan bisa saja terjadi, melainkan pada aplikasi VPN Gratisan yang bisa Kamu unduh di Google Play atau App Store pastinya patut terbebas dari unsur ini. Aplikasi yang terpasang spyware agar bisa menjalankan Man In The Midle biasanya membutuhkan izin jalan masuk penyimpanan, lokasi, telepon, ataupun sms.

Penjualan Data

Isu bahaya vpn berupa penjualan data, Aku rasa itu terlalu berlebihan. Faktanya developer VPN tak mampu memonitoring penggunanya dengan waktu yang cukup singkat. Untuk dapat memasarkan data, developer VPN tentu harus bisa mengambil data secara penuh terlebih dulu. Dengan seperti itu, developer VPN mesti memasang program spyware.

Telah Aku singgung diatas, bahwa aplikasi yang bisa Kau unduh di Google Play ataupun APP Store sepatutnya terbebas dari yang namanya program berbahaya seperti spyware.

Cara Mengatasi Bahaya VPN

Sekiranya Kamu masih ragu untuk menggunakan VPN, anda dapat mengelola jalan masuk VPN. Sistem ini telah Saya uji pada HP Android. Untuk bisa mengelola akses aplikasi di HP Android sangat gampang dilaksanakan, berikut yaitu langkah – langkah untuk mengatasi bahaya VPN di HP Android :

  1. Buka Pengaturan
  2. Pada bagian ‘perangkat’ pilih ‘aplikasi terpasang’
  3. Cari aplikasi VPN yang terinstal di HP Anda
  4. Sebagai contoh disini aku menerapkan aplikasi ‘VPN Thunder’
  5. Perhatikan pada bagian ‘izin’
  6. Kalau di bagian ‘izin’ ada notifikasi ‘aplikasi ini tak memerlukan izin’, maka aplikasi VPN Gratisan tersebut aman diterapkan</ li>
  7. Namun kalau membutuhkan izin ke perangkat, seperti penyimpanan, perlu diwaspadai

Kalau Kau masih ragu mengenai bahaya atau tidaknya aplikasi VPN Gratisan, Kamu dapat membeli VPN Berbayar atau tidak menggunakan aplikasi VPN sama sekali.

Selain itu, perlu anda tahu bahwa koneksi VPN tak dianjurkan dipakai untuk membuka aplikasi atau program pengelola e-Wallet seperti mobile banking, internet banking, maupun sms banking.

Kesimpulan

Intinya, aplikasi VPN Gratisan ada yang bahaya ada juga yang tidak bahaya. Bahaya atau tidaknya aplikasi VPN Gratisan bergantung dari sumber aplikasi yang Kamu download tersebut. Jika aplikasi VPN Gratisan Kamu unduh dari sumber selain Google Play dan App Store besar kemungkinan terdapat bahaya-bahaya dari VPN Tersebut.

Selama ini Aku sering menerapkan VPN yang didapatkan secara cuma-cuma dari Play Store, Aku sering kali membuka aplikasi e-Wallet seperti OVO, Gojek, maupun Dana. Saldo Saya tetap aman meski memakai VPN sekalipun.

Tapi hal ini tak direkomendasikan bagi Anda, untuk berjaga-jaga jangan membuka aplikasi atau program pengelola rekening seperti mobile banking, internet banking, ataupun sms banking ketika menggunakan VPN.

{Boleh|Bisa| jadi jikalau kegiatan Kamu mengakses aplikasi atau program pengelola rekening seperti mobile banking, dunia online banking, maupun sms tercatat sebagai cache dan tersimpan di database milik orang lain.

Demikian ulasan tentang Fakta dan Hoax Mengenai Bahaya VPN Bagi Sms-Banking kerap membuat orang resah, jadi pakai internet se positif mungkin supaya tak merugikan kalian semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here