Akibat Dari Anak Menangis Terlalu Lama

0
199
A crying baby

Sifat umum dari anak-anak adalah manja, ingin diperhatikan, ingin dituruti keinginannya, ingin ditemani bermain, suka bila diajak bermain, dan sebagainya. Terkadang mereka suka membuat hal-hal yang memancing emosi orang tuanya.

Anda sebagai orang tua tentunya sering merasa jengkel dengan kelakuan anak anda. Padahal anak anda hanya ingin ditemani untuk bermain dan diperhatikan oleh anda. Namun, anak-anak tidak memahami bagaimana caranya agar diperhatikan.

Mereka sering mencari cara yang salah, sehingga malah membuat kita marah. Bukan membuat kita ingin menemani mereka untuk bermain.

Disaat anda sebagai orang tua yang sedang jengkel terhadap anak anda, anda pasti pernah tidak memperdulikan saat anak anda menangis. Malahan anda membiarkan anak anda berhenti menangis dengan sendirinya.

Tanpa anda ketahui, hal tersebut sangat berdampak negatif untuk anak anda. Sebagai orang tua, anda tentu tidak ingin hal buruk seperti penyakit diderita oleh anak anda. Tapi dengan membiarkan anak anda menangis terlalu lama, maka anda dengan sengaja mengundang penyakit untuk datang kedalam tubuh si anak.

Anda tentu sering mendengar nasehat seperti jangan terburu-buru untuk menanangkan anak yang sedang menangis, agar nanti si anak tidak manja. Sebenarnya hal tersebut tidak benar, malah anda dapat membuat anak anda dalam bahaya.

Berikut beberapa akibat membiarkan anak menangis terlalu lama.

Membunuh Sel Otak

Saat anak stres, tubuh anak melepaskan kortisol yaitu hormon yang bisa membunuh sel otak. Sementara saat baru lahir, otak bayi baru berkembang 25% dan bertumbuh sangat cepat di tahun pertama. Jika si anak menangis merupakan salah satu reaksi saat stres. Karena tindakan tersebutlah bisa membunuh cukup banyak sel otaknya.

Gangguan Pertumbuhan

Anak-anak tentunya sedang dalam masa pertumbuhan. Stress pada anak dapat mengganggu sitem pertumbuhan. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh anak juga akan menurun drastis. Hal tersebut dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi bagian otak, sehingga anak lebih mudah depresi ketika dewasa.

Tidak Bisa Belajar Mengontrol Diri

Seorang anak sangat bergantung pada pengasuhnya seperti ibunya, ayahnya, kakek atau nenek, atau juga babysitter saat belajar mengontrol dirinya. Pengasuh yang responsif tentu akan segera memberika apa yang dibutuhkan oleh anak sebelum si anak stress. Itu tentu akan membuat tubuh dan otak anak tenang.Tapi bagaimana jika anak dibiarkan terus menangis dan sendiri?

Hal tersebut akan sangat berdampak negatif seperti anak akan berhenti tumbuh, belajar, merasakan dan percaya. Saat anda membiarkana anak anda terus menangis sendirian, maka anak tidak akan percaya pada dunia yang mengasuhnya dan dunianya sendiri.

Setelah dilahirkan, anak akan berharap agar mereka tetap berada di rahim yang nyaman. Anak ingin terus digendong, disusui, dan kebutuhannya dipenuhi secepatnya. Saat anda memenuhi kebutuhan anak anda, maka dia akan belajar bahwa dunia adalah tempat yang bisa dipercaya.

Dan jika anda mengabaikan kebutuhan anak anda, maka anak akan sulit untuk berkembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here